Tips Membuat Tulisan yang Manis Untuk Dibaca
1. Menulis dengan Hati
Sesuatu yang datangnya dari hati, maka akan jatuh ke hati. Begitulah orang-orang bilang. Termasuk dalam hal menulis, jika kita melibatkan perasaan maka pembaca akan merasakan rasa yang terkandung dalam tulisan kita.
Contoh: kita sedang patah hati, lalu kita meluapkan perasaan kita dalam secarik kertas. Kita membayangkan kesenduan yang menyelimuti hati kita. Hingga pada akhirnya tulisan kita penuh dengan 'rasa'.
Bisa saja dalam satu waktu, hanya saja hasilnya akan kurang maksimal.
Metode yang saya pakai, saya menulis lalu saya simpan dulu tulisan tersebut. Selang beberapa waktu saya kembali membaca tulisan yang tadi saya tulis. Jika ada kata-kata yang salah (typo) saya perbaiki dan jika ada kata-kata yang perlu ditambahkan saya tambahkan.
2. Pemilihan Diksi
Menurut KBBI, diksi adalah pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu.
Pemilihan kata sangat mempengaruhi rasa dalam sebuah tulisan. Pembaca mampu meresapi maknanya dan tidak akan merasa hambar dengan tulisan yang kita sajikan.
Kita memang tidak punya lagu instrumental untuk menghipnotis pembaca agar mereka terhanyut dalam cerita. Tapi kita punya diksi atau pilihan kata. Pilihlah kata-kata yang luwes dan memiliki kesan ‘lebih’.
3. Nulis Dulu, Baru Edit
Ada sebagian orang yang menulis lalu mengedit. Hingga akhirnya mereka tidak mampu menyelesaikan tulisannya karena sudah dilahap habis oleh 'delete'. Sebenarnya, menulis dan mengedit adalah dua bagian yang tidak bisa disatukan. Pengerjaannya tidak bisa dalam satu waktu.
Saya teringat satu pesan dari penulis hebat, Tere Liye.
"Waktu terbaik menanam pohon adalah 20 tahun yang lalu. Waktu terbaik kedua menanam pohon adalah hari ini. Barang siapa yang ingin menanam pohon kepenulisan, tanamlah mulai hari ini."
Intinya menulislahsebaik mungkin dan hargailah karya kalian. Sungguh, itu lebih baik dari segala teori di atas.
Berilah penghargaan terhadap apa yang sudah kita lakukan. Sekarang memang inilah kemampuan kita, baru segini! Tapi bukan tidak mungkin bahwa suatu saat nanti kita akan menghasilkan karya yang semakin baik lagi.
Mengendapkan naskah atau menyimpan naskah bisa membuat tulisan kita menjadi lebih baik.
Kenapa demikian? Sebab, jika kita menulis lalu mengedit terkadang banyak kesalahan yang tidak kita sadari.
1. Menulis dengan Hati
Sesuatu yang datangnya dari hati, maka akan jatuh ke hati. Begitulah orang-orang bilang. Termasuk dalam hal menulis, jika kita melibatkan perasaan maka pembaca akan merasakan rasa yang terkandung dalam tulisan kita.
Contoh: kita sedang patah hati, lalu kita meluapkan perasaan kita dalam secarik kertas. Kita membayangkan kesenduan yang menyelimuti hati kita. Hingga pada akhirnya tulisan kita penuh dengan 'rasa'.
Bisa saja dalam satu waktu, hanya saja hasilnya akan kurang maksimal.
Metode yang saya pakai, saya menulis lalu saya simpan dulu tulisan tersebut. Selang beberapa waktu saya kembali membaca tulisan yang tadi saya tulis. Jika ada kata-kata yang salah (typo) saya perbaiki dan jika ada kata-kata yang perlu ditambahkan saya tambahkan.
2. Pemilihan Diksi
Menurut KBBI, diksi adalah pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu.
Pemilihan kata sangat mempengaruhi rasa dalam sebuah tulisan. Pembaca mampu meresapi maknanya dan tidak akan merasa hambar dengan tulisan yang kita sajikan.
Kita memang tidak punya lagu instrumental untuk menghipnotis pembaca agar mereka terhanyut dalam cerita. Tapi kita punya diksi atau pilihan kata. Pilihlah kata-kata yang luwes dan memiliki kesan ‘lebih’.
3. Nulis Dulu, Baru Edit
Ada sebagian orang yang menulis lalu mengedit. Hingga akhirnya mereka tidak mampu menyelesaikan tulisannya karena sudah dilahap habis oleh 'delete'. Sebenarnya, menulis dan mengedit adalah dua bagian yang tidak bisa disatukan. Pengerjaannya tidak bisa dalam satu waktu.
Saya teringat satu pesan dari penulis hebat, Tere Liye.
"Waktu terbaik menanam pohon adalah 20 tahun yang lalu. Waktu terbaik kedua menanam pohon adalah hari ini. Barang siapa yang ingin menanam pohon kepenulisan, tanamlah mulai hari ini."
Intinya menulislahsebaik mungkin dan hargailah karya kalian. Sungguh, itu lebih baik dari segala teori di atas.
Berilah penghargaan terhadap apa yang sudah kita lakukan. Sekarang memang inilah kemampuan kita, baru segini! Tapi bukan tidak mungkin bahwa suatu saat nanti kita akan menghasilkan karya yang semakin baik lagi.
Mengendapkan naskah atau menyimpan naskah bisa membuat tulisan kita menjadi lebih baik.
Kenapa demikian? Sebab, jika kita menulis lalu mengedit terkadang banyak kesalahan yang tidak kita sadari.
Komentar
Posting Komentar